PUAN
Puan takut jatuh cinta,
Pada hati yang akhirnya menjadi lara.
Sedih sedu serdang, makin nyata
Menyayat jiwa.
Puan maunya apa ?
Cukupkah dia sang pujangga ?
Tuan izinkan untuk mencinta
Walau hatinya terluka.
Entah siapa ? Entah mengapa ?
Mengapa puan tega untuk melupa
Kepada Kasih tulus menembus raga
Kini siapa yang terluka..
Engkau puan… tidakah
kau lupa ,
Akan suka cita jatuh cinta,
Engkau menangis
tertawa dibuatnya.
Tidak peduli apa yang terluka
Apa yang menjadi suka
Jika begitu..
Bukankah kau puan sama seperti yang lalu..
Yang meninggalkan tanpa rasa ragu,
Membalas cinta tulus mu,
Dengan secawan air pilu
Yang keruh tanpa basuh.
----------------------------------------
tulisanpuan

Komentar
Posting Komentar